Ciri Khas Ayam Jalu dan Ayam Pukul Serta Cara Tepat Merawatnya

Ciri Khas Ayam Jalu dan Ayam Pukul Serta Cara Tepat Merawatnya

 

Agen Sabung Ayam Online – Ciri Khas Ayam Jalu dan Ayam Pukul Serta Cara Tepat Merawatnya. Seorang penghobi ayam petarung sangat penting mengetahui dan mengenal karakter dari ayam laga. Karena selain berguna dalam menentukan lawan saat di arena pertarungan, juga berguna dalam menentukan ayam petarung yang akan dijadikan jagoannya.

Berdasarkan pola serangan dalam menghabisi lawannya, ayam aduan / ayam petarung bisa dibedakan menjadi 2 yaitu, ayam pukul dan ayam jalu. Ayam pukul adalah ayam yang memukul tanpa memakai jalu/taji. Yang kedua ialah ayam jalu, ayam jalu ialah ayam aduan yang memukul dengan menggunakan taji atau jalu.

artikel kali ini kami sajikan untuk membedakan ayam jalu dengan ayam pukul agar dapat mengetahui perawatan yang tepat. Beberapa perbedaaan ayam pukul dengan ayam jalu adalah sebagai berikut:

Cara Bertarung dan Target Serangan

Ayam Pukul

Cara bertarung dari ayam pukul sedikit agak lambat tapi pasti. Pada prinsipnya cenderung bertahan. Target serangan ayam pukul selalu mengarah ke bagian organ vital seperti bagian kepala, sambungan leher, mata, bahu, mata, dan bagian pundak.

Ayam Jalu

Cara bertarng ayam jalu adalah menyerang secara cepat dengan beragam teknik. Pada prinsipnya target serangan ayam jalu adalah sembarang tempat tanpa memperhatikan bagian vital.

Berdasarkan Kuallitas Pukulan

Ayam pukul

Kualitas pukul dari jenis ayam pukul adalah efektif, artinya selain bobot pukulnya yang keras, juga selalu mengarah tepat ke bagian organ vital lawannya. Memiliki akurasi pukulan yang bagus.

Ayam jalu

Kualitas pukulan dari jenis ayam jalu sangat produktif. Artinya selain pukulannya bisa membuat luka cukup serius juga bisa memukul lebih banyak daripada ayam pukul.

Berdasarkan Efek Pukulan

Ayam pukul

Bisa membuat luka memar dan membuat lawannya cacat fisik sekaligus mental. Bahkan bisa membuat mati karena pukulannya yang selalu mengarah ke bagian organ vital.

Ayam jalu

Bisa membuat luka bolong atau sobek, membuat cacat fisik serta mental dan juga dapat membuat mati lawannya karena kehabisan darah.

Berdasarkan Ciri Fisik

Ayam pukul

Postur tubuh ayam pukul yang ideal adalah padat, kekar, kulit kenyal juga lentur, kondisi tulangan tebal serta otot yang besar. Selain menjadi ciri khas dari fisik ayam pukul juga menjadi penyebab dari kekuatan dan keakuratan ayam pukul dalam memukul.

Ayam jalu

Postur tubuh ideal ayam jalu ialah ringan, badan ramping, kulit lentur juga kenyal dengan tulangan padat disertai bulu yang tebal. Selain menjadi ciri fisik dari ayam jalu juga menjadi kemampuan kecepatannya saat menyerang.

Berdasarkan Kelebihan dan Kelemahan

Ayam pukul

Ayam pukul adalah ayam yang memukul dengan mengandalka pukulan tanpa menggunakan jalu / taji. Memukul tanpa menggunakan jalu / taji adalah kekurangan dari ayam pukul. Akan tetapi kelebihan dari ayam tipe ini selain bobot pukulannya yang keras juga akurasi tepat di bagian bagian organ vital. Sehingga walaupun pukulannya tanpa disertai jalu, tetapi ayam ini dapat melumpuhkan musuhnya bahkan kadang dengan sekali pukul.

Ayam jalu

Ayam jalu adalah ayam aduan yang memukul sekaligus menancapkan tajinya. Namun kelemahan ataupun kekurangan ayam jalu selain pertahanannya yang kurang baik, pukulan ayam jalu tak selalu mengarah ke bagian vital lawan. Artinya ayam jalu memukul disembarang tempat. Tetapi kelebihan dari ayam tipe ini selain pukulannya bisa membuat luka yang serius, ia juga bisa menyerang dengan sangat cepat. Pukulan ayam jalu lebih sering dari ayam tipe pukul sehingga membuat ayam tipe jalu selalu lebih cepat menghabisi lawan tandingnya.

Dari ulasan di atas terkadang teori berbeda dengan kenyataan di lapangan. Karena ayam yang gerakan dan pukulannya cepat dan banyak memukul tetapi tak memiliki jalu. Demikian sebaliknya, sering ayam aduan yang pukulannya keras tetapi jarang memukul dan gerakannya pelan tapi pasti ternyata memiliki jalu panjang. Jika seperti ini bagaimana perawatan yang tepat?

Sebaiknya tipe pukulan dibedakan menjadi dari yang keras dan kurang keras, dari cepat dan kurang cepat. Ayam dengan tipe pukul cepat biasanya memiliki bobot pukulan yang kurang. Sementara ayam yang pukulnya keras biasanya memiliki gerakan kurang cepat.

Jadi, sebelum memutuskan bagaimana cara perawatannya, ada baiknya dilihat dulu dari karakter pukulnya. Manakah yang akan dipoles? Apakah ke arah kecepatan atau bobot pukulan? Demikian pula dengan solahnya. Harus diperhatikan apakah lincah atau kalem? Solah dan pukul saling berkaitan satu sama lain. Jadi kedua hal ini harus sama-sama diperhatikan karena saling berkaitan.

Sebenarnya, cara perawatan ayam pukul cepat dan pukul keras itu tak beda jauh. Yang harus diperhatikan ialah berat tubuhnya.

Prinsipnya :

1. Semakin berat tubuh ayam aduan, maka pukulannya semakin keras, solahnya semakin kalem dan gerakannya semakin lambat.
2. Semakin ringan tubuh ayam, maka pukulannya semakin cepat, solahnya semakin lincah dan bobot pukulannya semakin berkurang.

Tetapi perlu diingat jika terlalu berat, maka akan menjadi terlalu lambat. Terlalu ringan, maka akan kurang tenaga. Ada batasan untuk maksimal dan minimalnya. Karena itu, kita harus jeli dalam melihat keunggulan bakat ayam jagoan kita? Ayam yang pada dasarnya kalem dengan pukulan keras, tak bisa begitu saja dibuat menjadi cepat dan lincah. Ini sudah menjadi karakter dasar dan tak bisa diubah dengan cara apapun.

Yang harus kita lakukan ialah dengan memaksimalkan keunggulan bakat ayam. Kalau ayam aduan kita tipikal cepat dan lincah, maka ada sebaiknya berat tubuh jangan terlalu berat.

Untuk pemilik yang sudah sangat berpengalaman, berat tubuh ayam petarung bisa dikira-kira dengan cara mengangkatnya sedikit (dengan feelilng). Tetapi, bagaimanapun cara ini tak bisa akurat 100% apalagi jika sudah memegang beberapa ayam secara berurutan. Orientasi feeling dari tangannya akan berkurang.

Cara yang paling mudah ialah menggunakan timbangan. Sebelum diabar, ayam aduan ditimbang dan dicatat berapa beratnya. Jika ayam dirasa kurang lincah maka ada indikasi kegemukan. Sebaliknya, jika pukulannya terlalu ringan, ada indikasi kalau beratnya kurang.

Lalu lakukan perubahan berat ayam berdasarkan analisa dari hasil gebrak. Jika terlalu ringan, maka tambah porsi makanannya (diimbangi olah raga). Kemudian di minggu depan ayam ditimbang lagi sebelum di abar dan lihat kembali hasilnya. Demikian seterusnya sampai didapat berat ayam petarung yang ideal.

Jika hasil abar memuaskan, performa ayam bagus, kecepatan dan bobot pukul dirasa cukup, misalnya berat 3,3 kg maka saat tarung nanti beratnya harus 3,3 kg juga. Itulah yang menjadi berat idealnya (3,3kg). Tiap ayam petarung memiliki berat idealnya masing-masing.

Kesimpulan: berat badan ayam sangat menentukan aksi dan performa ayam di arena sabung ayam, entah itu pukulan maupun tekniknya.

Sekian, semoga artikel ini bermanfaat. Salam penghobi ayam petarung.

 

Dapatkan Promo – Promo menarik dari LION303